Pengertian Resistor, Fungsi Resistor Dan Macam – Macam Resistor






RESISTOR
 A. Pengertian Resistor

              Adalah komponen yang tersusun dari campuran penghambat dan penghantar. Besar kecilnya      penghambat dan penghantar tergantung banyak sedikitnya penghambat dan penghantar.

B. Fungsi resistor

·                1. Sebagai penghambat arus
·              2. Penghantar arus
·                3. Pembatas atau pembagi arus
·                4. Penurun atau pembagi tegangan

C. Macam – macam resistor

              Di dalam dunia elektro komponen resistor terbagi menjadi 2 macam yaitu resistor tetap dan resistor tidak tetap.
·                  1. Resistor tetap
               Resistor tetap adalah resistor yang nilainya tetap atau tidak bisa diubah.
          Contoh resistor tetap : -     Resistor keramik
-          Resistor lilitan
-          Resistor biasa

 2. Resistor tidak tetap
    Resistor tidak tetap adalah resistor yang nilainya dapat diubah.
Contoh resistor tidak tetap : -   Variabel resistor / potensiometer
   -      NTC ( Negatif Temperatur Coefisien )
   -      PTC ( Positif Temperatur Coefisien )
   -      LDR ( Light Depending Resistor )
Penghantar Listrik

Penghantar Listrik

Salam sukses untuk kita semua, saya akan membagi ilmu yang saya dapatkan di tempat prakerin yang saya tempati selama 3 bulan, banyak pengalaman yang saya dapat selama prakerin. Maka dari itu sayang kalo ilmu yang saya dapat ini tidak saya salurkan kepada temen – temen semua.
            Untuk postingan pertama saya, disini saya akan membahas apa itu penghantar. Penghantar dalam teknik elektronika adalah zat yang dapat menghantarkan arus listrik, baik berupa zat padat, cair atau gasPerlu kita ketahui bahwa bahan yang dapat menghantarkan arus listrik paling baik yaitu emas.

            Ada beberapa jenis penghantar yang harus kita ketahui yaitu konduktor, isolator, dan semi konduktor.
    1      Konduktor
              Adalah bahan yang dapat menghantarkan arus listrik.
             Contoh : besi, tembaga, emas dll.
    2      Isolator
              Adalah bahan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik.
             Contoh : kayu, kertas, plastik dll.
    3      Semi konduktor
              Adalah bahan setengan konnduktor dan setengah isolator.
             Contoh : kayu basah

            Semoga bermanfaat dan dapat membantu temen – temen semua :) .

            Salam Sukses,,, GO !!!
Manfaat Kultivator Bagi Pertumbuhan Tanaman Dan Tahapan Pengoperasian Alat Penyiagaan

Manfaat Kultivator Bagi Pertumbuhan Tanaman Dan Tahapan Pengoperasian Alat Penyiagaan

Alat penyiangan
Gulma  (weeda)  atau tumbuhan pengganggu merupakan  tumbuhan yang mempunyai sifat merusak, dan perkem bangannya sangat cepat sehingga terjadi persaingan dengan tanaman terhadap unsur hara, dan dapat mengakibatkan pengurangan produksi tanaman. Dengan demikian pengendalian maupun pemberantasan gulma ini merupakan aspek yang penting urttuk  diperhatikan dan dilaksanakan.
Prinsip yang dipergunakan  dalam  pemberantasan gulma  secara fisik adalah: 

  1. pembongkaran tanah,
  2. peni mbunan, 
  3. pemotongan akar-akar gulma, dan 
  4. penggunaan api.  

Peralatan untuk pemberantasan tumbuhan pen gganggu secara mekanis adalah kultivator. Pengolahan tanah dapat berfungsi sebagai  proses pemberantasan tumbuhan pengganggu, karena dalam pengolahan tanah terjadi proses pembongkaran dan pembalikan  tanah. Tetapi dalam hal ini pengolahan tanah merupakan pemberantasan tumbuhan pengganggu sebelum tanaman sendiri di tanam.

Berdasarkan letak atau cara penggandengannya dengan  traktor, kultivator dapat dibedakan atas 2 macam, yaitu kultivator  yang digandeng di depan traktor  (front mounted cultivators)  dan  kultivator yang digandeng di belakang traktor  (rear mounted cultivators).  Dalam penggunaan kultivator yang digandeng di depan traktor  lebih mudah dikendalikan  jika dibandingkan dengan yang di gandeng di belakang, akan tetapi kultivator yang digandeng di depan mempunyai konstruksi yang lebih rumit dan memerlukan pemeliharaan yang lebih baik. Kultivator merupakan alat yang dapat dioperasikan dengan memerlukan beberapa macam alat yang akan ditarik pada permukaan tanah dengan kedalaman tertentu, sehingga dapat memusnahkan gulma muda dan melindungi pertumbuhan tanaman. 

Manfaat kultivator bagi pertumbuhan tanaman, adalah ;

  1. Mempertahankan kelembaban dengan ; membunuh  gulma, menghilangkan mulching pada permukaan tanah dan menahan curah hujan. 
  2. Mempermudah penyediaan hara tanaman
  3. Membentuk aerasi tanah untuk mendapatkan oksigen
  4. Merangsang aktivitas mikro organisme

Pada umumnya kultivator digandengkan pada bagian tengah  atau sentral traktor dengan arah ke depan. Selain itu ada juga yang dipasang dibagian samping (kanan/kiri) atau di bagian depan atau belakang traktor.


Gambar  60. Kultivator 2 baris
Cara pengoperasian alat kultivator tidak  jauh berbeda dengan alat pengolah tanah pertama (bajak). Akan tetapi alat ini tidak membalikkan tanah, hanya memotong dan menggemburkan tanah, sehingga gulma dan kotoran lain akan terangkat dan terbawa oleh pisau-pisau kultivator ke arah pinggir lahan.

Tahapan pengoperasian alat adalah sebagai berikut :

  1. Siapkan alat dengan cara mengecek begian-bagian pasangan alat yang menggunakan mur baut, kencangkan apabila kendor
  2. gandengkan alat di bagian belakang traktor melalui three point hithc, sehingga posisi alat dapat ditarik oleh traktor
  3. Jalankan traktor pada lahan yang akan dibersihkan dengan kecepatan sedang.
  4. Ulangi beberapa putaran sampai lahan benar-benar bersih dari gulma atau kotoran lain

Penggolongan Alat Penanaman dengan Sumber Tenaga Dari Traktor

Berdasarkan cara penanaman, maka alat penanaman dengan sumber tenaga dari traktor dapat digolongkan menjadi 3 golongan, yaitu:

1.  Alat penanaman sistem baris lebar 
   
     Alat penanaman sistem baris lebar ini telah dirancang untuk menempatkan benih-benih dalam tanah dengan jarak baris tanam satu dengan yang lain cukup lebar, sehingga akan mungkin dilakukan penyiangan dan meningkatkan efisiensi pemanenan.

Berdasarkan cara penempatan benih dalam tanah, maka alat penanam sistem baris lebar dapat dibagi 3 tipe yaitu :  drill, hill-drop  dan checkrow. Sedangkan untuk penempatan alat pananam pada traktor
dapat dibagi 2 golongan, yaitu : trailing dan mounted.

Penggolongan Alat Penanaman dengan Sumber Tenaga Dari Traktor
Alat tanam sistem baris lebar
Ketelitian suatu alat tanam tergantung dari keseragaman dari benih, bentuk dasar dari corong pemasukan, kecepatan perputaran dari lempeng benih, bentuk dan ukuran dan lempeng serta kesempurnaan corong pemasukan

Bagian-bagian dari dasarcorong pemasukan alat penanam jagung dan kegunaan bagian-bagian tersebut adalah sebagai berikut :

a.  Cut-off pawl  : dengan bantuan tekanan per cut-off ini berfungsi untuk mengeluarkan adanya kelebihan benih.

b.  Knok-uot pawl  : dengan bantuan per, knock-out ini berfungsi mengatur benih supaya benih tepat jatuh diatas saluran benih.

c.  Lempeng benih  : berfungsiuntukmembawabenihm celah-celah lempeng yang ada dan menjatuhkannya pada katup terbuka dan benih-benih terjatuh pada katup bagian tanah yang selanjutnya masuk kedalam tanah.

2.  Alat penanaman sistem baris sempit

     Alat penanam tipe ini adalah dirancang khusus untuk menanam benih-benih kecil atau rumput-rumputan dalam baris dan alur yang sempit serta kedalaman yang seragam. Karena inilah, maka pengoperasian alat-alat mekanis dalam baris, kecil sekali kemungkinannya.

Penggolongan Alat Penanaman dengan Sumber Tenaga Dari Traktor
Alat tanam biji-bijian
Alat penanam sistem baris yang sempit ada yang mempunyai corong pemasukan yang hanya untuk benih saja dan adapula yang mempunyai corong yang cukup luas namun terbagi menjadi dua bagian, satu bagian menjadi tempat benih dan bagian lain menjadi tempat pupuk.

3.  Alat penanam sistem sebar 

     Penanaman sistem sebar merupakan cara penanaman yang paling lamadan sederhana. Penebaran benih dengan mengunakan mesin lebih teliti dan cepat bila  dibandingkan penebaran dengan tangan. Penanaman sistem sebar ini memerlukan adanya pembuka alur, maka dari itu harus disiapkan dengan pengolahan tanah yang menggunakan peralatan seperti garu piring. Dan juga sistem ini tidak memerlukan penutupan. Penutupan  kemudian dapatdilakukan dengan garu paku atau yang lainnya.
Alat penanaman sistem sebar terdapat 3 sistem alat,yaitu :

a.  Tipe sentrifugal atau endgate
b.  Tipe pesawat terbang
c.  Penebar rumput-rumputan

Penggolongan Alat Penanaman dengan Sumber Tenaga Dari Traktor
Alat penanam sistem sebar
Mekanisme Kerja 

Pembuka alur tipe  double disk  membuat alur kemudian benih dijatuhkan dari atas yaitu oleh bagian penakar benih tipe  inclined disk. Penakar benih tipe ini bentuknya piringan pipih pada sekeliling tepinya terdapat lubang-lubang berdiamater sama dengan biji yang akan ditanam. Penakar benih sewaktu berputar lubang-lubangnya terisi oleh bijian yang terdapat diatas piringan penakar benih dan terhubung dengan hopper benih, kemudian dijatuhkan lewat lubang penyalur benih. Putaran piringan penakar benih ditransmisikan dri roda penggerak yang ada dibagian belakang.

Cara Pengoperasian 

  • Persiapkan lahan sebelum penanaman dengan cara pengolahan tanah dengan bajak singkal atau bajak piringan dilanjutkan perataan menggunakan garu atau bajak rotari. 
  • Gandengkan join adapter pada 3 titik gandeng traktor roda 4 atau pada traktor roda 2.
  • Pasanglah batang penggandeng ukuran 50 x 50 mm pada join adapter kemudian tempatkan penanam bijian satu persatu pada batang pemasangan tersebut. 
  • Atur posisi kemiringan  mesin tanam tersebut sedemikian rupa sehingga posisi pembuka alur dan roda penggerak sejajar, untuk penggandengan dengan traktor roda 4 dengan cara memanjangkan top link dan untuk penggandengan traktor roda 2 dengan memutar join adapter.
Jenis Alat Atau Mesin Penanam Dan Prinsip Kerja Alat Penanaman

Jenis Alat Atau Mesin Penanam Dan Prinsip Kerja Alat Penanaman

Penanaman merupakan usaha penempatan biji atau benih di dalam tanah pada kedalaman tertentu atau menyebarkan biji diatas permukaan  tanah atau menanamkan tanah didalam tanah. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan perkecambahan serta pertumbuhan biji yang baik.

Penanaman dapat dilakukan dengan menggunakan tangan saja, dengan bantuan alat-alat sederhana ataupun dengan bantuan mesin-mesin penanam. Dalam perkembangan alat dan mesin penanam ini dikenal dari bentuk yang sederhana atau tradisional sampai dalam bentuk yang modern.

Macam dan jenis alat/mesin penanam dapat digolongkan menjadi 3 golongan berdasarkan sumber tenaga atau tenaga penarik yang digunakan, yaitu:

  1. Alat penanam dengan sumber tenaga manusia 
  2. Alat penanam dengan sumber tenaga hewan 
  3. Alat penanam dengan sumber tenaga traktor 

Pada umumnya bahwa prinsip dasar kerja dari alat tanam adalah sama,baik jenis yang didorong/ditarik tenaga manusia, ditarik hewan atau traktor.

Prinsip kerjanya adalah sebagai berikut:

  1. Pembukaan alur atau lubang (khusus tugal) 
  2. Mekanisme penjatuhan benih 
  3. Penutupan alur atau lubang ( khusus tugal), Sesuai dengan pembelajaran ini tentang alat mesin pertanian, maka dalam buku yang akan dibahas adalah jenis-jenis alat tanam yang digerakkan atau ditarik dengan mesin traktor, untuk alat tanam yang manual dan semi otomatis tidak akan dibahas dalam buku ini.

Menentukan Pola Pengolahan Tanah

Dalam melakukan pengolahan tanah, perlu menggunakan pola-pola tertentu. Tujuan dari pola pengolahan tanah ini adalah :

1.  Lebih efisien, dengan menggunakan pola yang sesuai, diharapkan :

  • Waktu yang  terbuang pada saat pengolahan tanah (pada saat implemen pengolahan tanah diangkat) sesedikit mungkin
  • Lahan yang diolah tidak diolah lagi, sehingga diharapkan pekerjaan pengolahan tanah bisa lebih efisien.

2.  Lebih efektif

     Hasil pengolahan tanah (khususnya untuk pembajakan) bisa merata. Bagian lahan yang diangkat tanahnya akan ditimbun kembali dari alur berikutnya. Sehingga diharapkan pekerjaan pengolahan tanah bisa lebih efektif.

Ada beberapa macam pola pengolahan tanah yang disesuaikan dengan bentuk lahan dan jenis alat yang digunakan, yaitu :

  • Pola tengah 
  • Pola tepi
  • Pola keliling tengah
  • Pola keliling tepi
  • Pola bolak balik rapat
Pengolahan tanah pertama

Mengolah tanah adalah membalik dan menggemburkan struktur tanah agar menjadi gembur, sehingga memudahkan  akar tanaman menyerap unsur hara. Kegiatan pengolahan tanah akan sangat mempengaruhi proses budidaya selanjutnya. Pengolahan tanah tetap sangat penting artinya, sehingga wajar bila inovasi dalam kegiatan ini terus dilakukan agar didapatkan hasil yang lebih  baik. Di dalam suatu proses budidaya tanaman, sebelum dilakukan penanaman pada umumnya dilakukan pengolahan tanah dengan tujuan : Menciptakan kondisi fisik, khemis dan biologis tanah menjadi lebih baik.

Untuk mendapatkan hasil pengolahan tanah pertama yang efektif dan efisien, dalam mengolah tanah diperlukan pola pengolahan tertentu. Ada beberapa macam pola pengolahan tanah pertama (pembajakan) yang disesuaikan dengan bentuk lahan dan jenis alat yang digunakan.

Beberapa pola pengolahan tanah pertama (pembajakan), antara lain :

Pola Tengah

Pembajakan dilakukan dari tengah membujur lahan, kemudian pembajakan kedua dilakukan pada sebalah hasil pembajakan pertama. Traktor diputar ke kanan dan membajak rapat dengan hasil pembajakan pertama. Pembajakan berikutnya dengan cara berputar ke kanan sampai ke tepi lahan.

Menentukan Pola Pengolahan Tanah
Pola Tengah
Pola ini cocok untuk lahan yang memanjang dan sempit.  Diperlukan lahan untuk berbelok (head land) pada kedua ujung lahan. Ujung lahan yang tidak terbajak tersebut, dibajak 2 atau 3 pembajakan terakhir. Ujung lahan yang tidak terbajak diolah dengan cara manual (di cangkul).

Menentukan Pola Pengolahan Tanah
Alur balik hasil pengolahan
Dengan pola ini akan menghasilkan alur balik (back furrow), yaitu alur bajakan yang saling berhadapan satu sama lain, sehingga akan terjadi penumpukkan lemparan hasil pembajakan memanjang di tengah jalan. Pada tepi lahan alur hasil pembajakan tidak tertutup oleh lemparan hasil pembajakan.

Menentukan Pola Pengolahan Tanah
Alur Pada Tepi Lahan

Pola Tepi

Pembajakan dilakukan dari tepi membujur lahan, lemparan hasil pembajakan ke arah luar lahan. Pembajakan kedua pada sisi seberang pembajakan  pertama. Traktor diputar ke kiri dan membajak dari tepi lahan dengan arah sebaliknya. Pembajakan berikutnya dengan cara berputar ke kiri sampai ke tengah lahan.

Menentukan Pola Pengolahan Tanah
PolaTepi
Pola ini cocok untuk lahan yang memanjang dan sempit. Diperlukan lahan untuk berbelok (head land) pada kedua ujung lahan. Ujung lahan yang tidak terbajak tersebut, dibajak 2 atau 3 pembajakan terakhir. Ujung lahan yang tidak terbajak diolah dengan cara manual (di cangkul). Dengan pola ini akan menghasilkan alur mati (dead furrow), yaitu alur bajakan yang saling berdampingan satu sama lain, sehingga akan terjadi alur yang tidak tertutup oleh lemparan tanah hasil pembajakan dan memanjang di tengah lahan. Pada tepi lahan lemparan hasil pembajakan tidak jatuh pada alur hasil pembajakan.

Alur Mati
Pola Keliling Tengah 

Pengolahan tanah dilakukan dari titik tengah lahan, berputar sejajar sisi lahan sampai ke tepi lahan. Lemparan pembajakan ke arah dalam lahan. Pada awal pengolahan operator akan mengalami kesulitan dalam membelokkan traktor.

Pola pengolahan ini cocok untuk  lahan yang berbentuk bujur sangkar dan lahan tidak terlalu luas. Diperlukan lahan untuk berbelok pada kedua diagonal lahan.lahan yang tidak terbajak tersebut, dibajak pada 2 atau 4 pembajakan terakhir. Sisa lahan yang tidak terbajak, diolah dengan cara manual dengan cangkul.

Menentukan Pola Pengolahan Tanah
Pola Keliling Tengah

Pola Keliling Tepi

Pengolahan tanah dilakukan dari salah satu titik sudut lahan,  berputar ke kiri sejajar sisi lahan sampai ke tepi lahan. Lemparan pembajakan ke arah luar lahan. Pada akhir pengolahan, operator akan kesulitan dalam membelokkan traktor.

Menentukan Pola Pengolahan Tanah
Pola keliling tepi
Pola pengolahan ini cocok untuk lahan yang berbentuk bujur sangkar dan lahan tidak terlalu luas. Diperlukan lahan untuk berbelok pada kedua diagonal lahan.lahan yang tidak terbajak tersebut, dibajak  pada 2 atau 4 pembajakan terakhir. Sisa lahan yang tidak terbajak, diolah dengan cara manual dengan cangkul.

Pola Bolak Balik Rapat

Pengolahan dilakukan dari tepi salah satu sisi lahan dengan arah membujur.  Arah lemparan hasil pembajakan ke luar. Setelah sampai ujung lahan, pembajakan kedua dilakukan berimpit dengan pembajakan pertama. Arah lemparan hasil pembajakan kedua dibalik, sehingga akan mengisi alur hasil pembajakan pertama. Pembajakan dilakukan secara bolak balik sampai sisi lahan.

Menentukan Pola Pengolahan Tanah
Pola bolak balik rapat
Pola ini juga cocok untuk lahan yang memanjang dan sempit, diperlukan lahan untuk berbelok (head land) pada kedua ujung lahan.  Ujung lahan yang tidak terbajak tersebut, dibajak pada 2 atau 3 pembajakan terakhir. Sisa lahan yang tidak terbajak (pada ujung lahan), diolah dengan cara manual dengan cangkul

Pola ini hanya cocok dilakukan untuk bajak yang dapat  diubah arah lemparan pembajakan. Pola ini dapat juga dilakukan untuk pengolahan tanah kedua dengan mesin rotari, karena hasil dari pengolahannya tidak terlempar ke samping.

Catatan :
Pola 1 sampai 4 digunakan untuk jenis bajak yang hasil lemparan tanahnya ke kanan. Apabila jenis bajak yang digunakan hasil lemparan tanahnya ke kiri, maka arah putaran pembajakan dibalik. Setelah lahan siap untuk diolah dan ditentukan pola pengolahan yang tepat, maka lahan dapat mulai diolah.  Cara pengolahan tanah pertama (pembajakan) dengan traktor adalah sebagai berikut :

  • Buat batas-batas lahan yang akan diolah dan tempat head land apabila diperlukan
  • Traktor dibawa ke lahan dan diletakkan sesuai dengan  pola yang diinginkan
  • Atur gas dan posisi gigi persneling yang direkomendasikan oleh pabrik. Untuk itu sangat disarankan agar operator membaca buku petunjuk pengoperasian (manual)
  • Pembajakan dimulai. Kedalaman pembajakan untuk alur pertama (pada saat kedua  roda traktor belum masuk ke alur), tidak perlu terlalu dalam.
  • Pada saat berbelok, implemen diangkat
  • Pembajakan selanjutnya dilakukan dengan cara memasukkan salah satu roda ke alur. Kedalaman pembajakan otomatis menjadi lebih dalam.
  • Dua sampai empat alur terakhir (tergantung dari panjang traktor dan lebar kerja alat bajak), head land mulai dibajak.
Mengolah Tanah Secara Mekanis

Mengolah Tanah Secara Mekanis

Mengolah tanah adalah membalik dan menggemburkan struktur tanah agar menjadi gembur, sehingga memudahkan perakaran untuk masuk ke dalam tanah dan memudahkan akar tanaman menyerap unsur hara. Kegiatan pengolahan tanah akan sangat mempengaruhi proses budidaya selanjutnya. Pengolahan tanah sangat penting artinya, sehingga wajar bila inovasi dalam kegiatan ini terus dilakukan agar didapatkan hasil yang lebih baik.

Awal mulanya pengolahan tanah dilakukan dengan tenaga manusia (dicangkul) dan tenaga hewan. Namun  seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi maka diciptakanlah berbagai macam alat dan mesin pertanian yang berfungsi untuk membantu manusia dalam kegiatan pengolahan tanah, sehingga diperoleh hasil yang maksimal.

Pembajakan dilakukan dengan hewan ternak, seperti kerbau, sapi, atau pun dengan mesin traktor, keuntungan pembajakan dengan traktor yaitu cepat, mudah dan relatifmurah. Pembajakan untuk cabe dibedakan menjadi pembajakan ringan, sedang, dan dalam. Setelah pembajakan lahan dikerjakan, kemudian secara bertahap lahan dikeringkan dan digaru untuk memecahkan bongkahan-bongkahan tanah menjadi struktur yang lebih halus. Pencangkulan dilakukan pada sisi-sisi yang sulit dijangkau oleh alat bajak dan alat garu. Pencangkulan dilakukan pada tanah tegalan yang arealnya relatif lebih sempit.

Mengkondisikan lahan untuk pengolahan secara mekanis 

Salah satu keuntungan dari pengolahan secara mekanis adalah dapat dilakukan dengan lebih cepat, sehingga dapat memperpendek waktuyang diperlukan dalam budidaya secara keseluruhan.  Dalam mengolah tanah secara mekanis, lahan yang akan diolah harus dikondisikan terlebih dahulu sehingga siap untuk diolah. Ada beberapa hal yang perlu disiapkan agar lahan siap untuk diolah secara mekanis, yaitu :

Topografi (kenampakan permukaan lahan)

Traktor dapat bekerja pada lahan dengan topografi yang terbatas. Untuk traktor roda empat sebaiknya jangan melebihi 20°. Apabila lahan terlalu miring, traktor bisa terguling. Lahan yang bergelombang juga akan berpengaruh terhadap hasil pengolahan. Sebaiknya lahan yang demikian dibuat berteras sehingga lahan bisa memenuhi syarat untuk diolah secara mekanis. Selain itu, traktor sebagai kendaraan beroda, memerlukan jalan dan jembatan untuk memasuki lahan yang akan diolah.

Pembuatan teras, jalan, dan jembatan tidak dibahas dalam modul ini.

Vegetasi (tanaman yang tumbuh di lahan)

Batang tanaman dan sisa tanaman yang cukup besar akan menghambat implemen masuk ke dalam tanah, sehingga hasil pengolahan tidak efektif. Batang tanaman yang lentur tetapi kuat (liat) akan tergulung oleh putaran mesin rotari, sehingga akan menambah beban dan dapat merusak mesin. Akar tanaman yang kuat (liat) dan saling berhubungan akan mengikat tanah sehingga susah untuk diolah. Vegetasi yang sekiranya mengganggu harus dipindakan dari lahan atau dihancurkan.Vegetasi tersebut bisa dibabat dengan parang/arit. Sekarang sudah ada mesin pemotong yang digerakkan oleh traktor. Namun cara pengoperasiannya tidak dibahas pada modul ini.

Bebatuan

Bebatuan yang besar dan keras, apabila tertabrak oleh implemen, dapat merusak implemen.Mata bajak singkal atau piringan bisa pecah, sedangkan pisau mesin rotari bisa patah.Batu-batu yang besar harus disingkirkan terlebih dahulu dari lahan sebelum diolah, dengan cara dicongkel dengan linggis atau digali dengan cangkul. Batu yang telah tergali dapat diangkat untuk disingkirkan ke tepi lahan.Sedang batu-batu yang kecil dapat disingkirkan setelah lahan \diolah.

Kadar air tanah

Kondisi kadar air tanah akan mempengaruhi sifat dari tanah itu sendiri. Pada tanah yang terlalu kering, tanah akan sangat keras dan padat. Apabila diolah, akan memerlukan implemen yang kuat dan daya tarik traktor yang sangat besar. Sehingga pengolahan akan tidak efisien. Tanah hasil  olahan berpariasi dari bongkahan besar sampai tanah yang hancur. Selain itu juga menimbulkan debu yang berterbangan.Apabila tanah dibasahi, tanah akan melunak. Hal ini ditandai dengan berubahnya warna tanah menjadi lebih gelap. Namun apabila tanah diambil  dan digulung-gulung tidak liat dan tidak lengket, namun remah (pecah-pecah). Kondisi ini cocok untuk dilakukan pengolahan tanah. Pengolahan pada kondisi ini sering dinamakan pengolahan tanah kering.

Apabila tanah dibasahi lagi, tanah akan liat dan lengket.  Apabila diolah, akan lengket di implemen dan roda traktor. Hasil pengolahan tidak akan sempurna (tidak efektif). Sementara putaran roda traktor mudah slip. Tanah dalam kondisi ini, kemampuan menyangganya sangat rendah, sehingga traktor yang memasuki lahan, rodanya akan masuk ke dalam tanah.

Apabila tanah lebih dibasahi lagi, tanah akan menjadi lumpur. Tanah tidak akan lengket lagi namun dapat mengalir. Kondisi ini juga cocok untuk dilakukan pengolahan tanah. Pengolahan pada kondisi ini sering dinamakan pengolahan tanah basah.

Alat Pengolahan Tanah Kedua

Pengolahan tanah kedua dilakukan setelah pembajakan. Dengan pengolahan tanah kedua, tanah menjadi  gembur dan rata, tata air diperbaiki, sisa-sisa tanaman dan tumbuhan pengganggu dihancurkan dan dicampur dengan lapisan tanah atas, kadang-kadang diberilcan kepadatan tertentu pada permukaan tanah, dan mungkin juga dibuat guludan atau alur untuk pertanaman.

Alat pengolah tanah kedua yang menggunakan daya traktor antara lain: 
1) garu (harrow), 2) perata dan penggembur (land roller dan pulverizer), dan 3) alat-alat lainnya.

Garu 

Garu Piring.

Garu ini dapat digunakan sebelum pembajakan untuk memotong rumput-rumput pada permukaan tanah, untuk  menghancurkan permukaan tanah sehingga keratan tanah (  furrow slice) lebih berhubungan dengan tanah dasar. Juga dapat digunakan untuk penyiangan, atau untuk menutup biji-bijian yang ditanam secara sebar. Secara umum garu piring dibagi atas : 1) garu piring tipe tarik (trailing disk harrow), dan 2) garu piring tipe angkat (mounted disk harrow). Garu piring dapat mempunyai aksi tunggal (single action) apabila  pada saat memotong tanah hanya melempar tanah ke satu arah saja. Juga dapat mempunyai aksi ganda (double action  ) apabila piringan yang di depan berlawanan arah dengan yang di belakang dalam melempar tanah. Gambar sebelumnya menunjukkan garu piring aksi tunggal, sedangkan 
Alat pengolahan tanah kedua
Garu piring aksi tunggal
Apabila posisi garu piring dalam penggandengannya dengan traktor menyamping, maka garu tersebut disebut garu  offset.  Bagian-bagian dari garu piring adalah : piringan (disk), as (gang/arbor bolt), rangka (frame), bantalan (bearing), bumper, kotak pemberat, dan pembersih tanah (scaper).

Alat pengolahan tanah kedua
Garu piring aksi ganda
Piringan dapat bersisi rata atau  bergerigi. Piringan yang bergerigi biasanya digunakan pada lahan yang mempunyai banyak sisa-sisa tanaman. Ukuran umum berkisar antara 45 sampai 60 cm, sedangkan untuk tugas berat (heavy duty) antara 65 sampai 70 cm.Piringan dipasang pada suatu as yang berbentuk persegi dengan jarak antara 15 sampai 22 cm, atau 25 sampai 30 untuk tugas berat dan masing-maing dipisahkan oleh gelondong(spool).Masing-masing as (gang) diikat ke rangka melalui standar yang berdiri pada bantalan. Untuk garu yang ringan satu as mempunyai dua bantalan, sedangkan yang berat lebih dari dua bantalan.

Pada ujung as di bagian cembung piringan ditempatkan bumber berupa besi tuang yang cukup berat untuk menambah tekanan ke samping. Apabila garu piring tidak cukup berat untuk memecah tanah, maka dapat ditambah beban yang ditempatkan pada kotak pemberat. Untuk membersihkan tanah yang melekat pada piringan, biasanya setiap piringan dilengkapi dengan pengeruk tanah (scraper)  yang diikat pada rangka.

Garu paku

Garu ini mempunyai gigi yang bentuknya  seperti paku terdiri dari beberapa baris gigi yang diikatkan pada rangka. Garu ini digunakan untuk menghaluskan dan meratakan tanah setelah pembajakan. Juga dapat digunakan untuk penyiangan pada tanainan yang baru tumbuh. Bentuk dari garu paku dapat dilihat pada Gambar brkt;

Alat pengolahan tanah kedua
Garu paku
Garu Pegas

Garu pegas sangat cocok untuk digunakan pada lahan yang mempunyai banyak batu atau akar-akar, karena gigi-giginya yang dapat  indenting(lentur) apabila mengenai gangguan Kegunaan garu ini sama dengan garu paku, bahkan untuk penyiangan garu ini lebih baik, karena dapat masuk ke dalam tanah lebih dalam. Bentuk dari garu pegas dapat dilihat pada Gambar brkt;

Alat pengolahan tanah kedua
Garu pegas
Garu Rotari

Garu  rotari ada dua macam, yaitu : garu rotari cangkul (rotary hoe harrow) dan garu rotari silang (rotary cross harrow).Garu rotari cangkul merupakan susunan roda yang dikelilingi oleh gigi-gigi berbentuk pisau yang dipasangkan pada as dengan jarak tertentu dan berputar vertikal. Putaran roda garu ini disebabkan oleh tarikan traktor. Bentuk dari garu ini dapat dilihat pada Gambar brkt;
Alat pengolahan tanah kedua
Garu Rotari Cangkul (Rotary Hoe Harrow)
Garu rotari silang terdiri dari gigi-gigi yang  tegak lurus terhadap permukaan tanah dan dipasang pada rotor. Rotor diputar horisontal, yang gerakannya diambil dari putaran PTO. Dengan menggunakan garu ini, penghancuran tanah terjadi sangat intensif. Bentuk dari garu ini dapat dilihat pada Gambar brkt;
Alat pengolahan tanah kedua
Garu Rotari Silang (Rotary Cross Harrow)

Alat pengolahan tanah kedua
Proses pengolahan tanah dengan bajak rotari

Alat Pengolahan Tanah Pertama

Tanah merupakan suatu sistem yang dinamis, tersusun dari empat bahan utama yaitu bahan mineral, bahan organik, air dan udara. Bahan-bahan penyusun tanah tersebut berbeda komposisinya untuk setiap jenis tanah, kadar air dan perlakuan terhadap tanah. Sebagai suatu sistem yang dinamis, tanah dapat berubah keadaannya dari waktu ke waktu, sesuai sifat-sifatnya yang meliputi sifat fisik, kimia, dan sifat mekanis, serta keadaan lingkungan yang keseluruhannya menentukan produktifitas tanah. Pada tanah pertanian, sifat mekanis tanah yang terpenting adalah reaksi tanah terhadap gaya-gaya yang bekerja pada tanah, dimana salah satu bentuknya yang dapat diamati adalah perubahan tingkat kepadatan tanah (Yuswar, 2004). Pengolahan tanah adalah semua pekerjaan pendahuluan sebelum proses penanaman. Tujuan utama dari pengolahan tanah adalah menciptakan kondisi tanah yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman dengan usaha yang seminimum mungkin. Sebagai awal kegiatan budidaya pertanian sebelum kegiatan lainnya dilakukan, kegiatan ini perlu diupayakan secara efektif dan efisien, oleh karena menyangkut kualitas hasil dan ketepatan waktu pengolahan tanah (Mundjono, 1989).

Pengolahan tanah umumnya masih didominasi oleh penggunaan cangkul (secara manual) oleh tenaga manusia dan alat bajak yang ditarik oleh tenaga  ternak.  Dengan penggunaan tenaga manusia dan tenaga ternak akan mengakibatkan produksi pertanian rendah dan waktu yang lama bila dibandingkan dengan penggunaan tenaga mekanis seperti traktor terutama sebagai sumber tenaga penarik bajak dan alat pertanian lainnya. Penggunaan traktor sebagai sumber tenaga dalam pengolahan tanah, diharapkan dapat mengurangi waktu dan biaya yang diperlukan untuk proses pengolahan tanah, kapasitas kerja menjadi lebih tinggi dan pendapatan petani bertambah, sehingga dapat dilaksanakan usaha intensifikasi dan ekstensifikasi yang sempurna (Mundjono, 1989).

a)  Bajak singkal

     Pengolahan tanah merupakan bagian proses terberat dari keseluruhan proses budidaya, dimana proses ini mengkonsumsi energi sekitar 1/3 dari keseluruhan energi yang dibutuhkan dalam proses budidaya pertanian. Cara pengolahan tanah akan berpengaruh terhadap hasil pengolahan dan konsumsi energinya (Mundjono, 1989).

Bajak singkal ini dapat digunakan untuk bermacam-macam jenis tanah dan sangat baik untuk membalik tanah. Bagian dari bajak singkal yang memotong  dan membalik tanah disebut  bottom.  Suatu bajak dapat terdiri dari satu bottom  atau lebih.Bottom ini dibangun dari bagian-bagian utama, yaitu : 1) singkal (moldboard), 2) pisau (share), dan 3) penahan samping (landside). Ketiga bagian utama tersebut diikat  pada bagian yang disebut pernyatu (frog). Unit ini dihubungkan dengan rangka (frame) melalui batang penarik (beam). 
Bagian-bagian dari bajak singkal satu bottom secara terperinci dapat dilihat pada gambar berikut

Alat pengolahan tanah pertama
Pengolahan tanah dengan bajak singkal
Berdasarkan atas tahapan kegiatan, hasil kerja dan dalamnya tanah yang menerima perlakuan pengolahan tanah, kegiatan pengolahan tanah dibedakan menjadi dua macam, yaitu pengolahan tanah pertama atau awal (primary tillage) dan pengolahan tanah kedua (secondary tillage). 

Dalam pengolahan tanah pertama, tanah dipotong kemudian diangkat terus dibalik agar sisa-sisa tanaman yang ada dipermukaan tanah dapat terbenam di dalam tanah. Kedalaman pemotongan dan pembalikan umumnya  di atas 15 cm. Pada umumnya hasil pengolahan tanah masih berupa bongkahan tanah yang cukup besar, karena pada tahap pengolahan tanah ini penggemburan tanah belum dapat dilakukan dengan efektif.

Alat pengolahan tanah pertama
Bottom plow 4 singkal (bajak singkal 2 arah)
Pada saat bajak bergerak maju, maka pisau (share) memotong tanah dan. mengarahkan potongan/keratan tanah (furrow slice) tersebut ke bagian singkal. Singkal akan menerima potongan tanah, dan karena kelengkungannya maka potongan tanah  akan dibalik dan pecah. Kelengkungan singkal ini berbeda untuk kondisi dan jenis tanah yang berbeda agar diperoleh pembalikan dan pemecahananahyangbaik.Penahan samping adalah bagian yang berfungsi untuk menahan tekanan samping dari keratan tanah pada singkal, disamping sekaligus menjaga kestabilan jalannya bajak sewaktu bekerja. 

Bagian yang paling banyak bersinggungan dengan tanah dari bagian ini adalah bagian belakang yang disebut tumit (heel). Untuk menjaga keausan karena gesekan dengan tanah, bagian tumit ini dalam pembuatannya diperkeras.Selain dari bagian-bagian diatas, bajak singkal diperlengkapi dengan alat yang disebut pisau pemotong (coulter). Bagian ini berfungsi untuk membelah tanah atau tumbuhan atau sampah-sampah yang ada diatas tanah sebelum pisau bajak memotong tanah. Dengan demikian sisa-sisa tumbuhan diatas tanah dapat dibalik dengan baik dan memperingan pekerjaan pisau bajak. Ada dua bentuk pisau pemotong, yaitu pisau pemotong stasioner (stationary knife) dan pisau pemotong berputar (rolling coulter) seperti terhhat pada Gambar berikut

Alat pengolahan tanah pertama
Bajak Singkal Rolling Coulter
ssd
Ukuran bajak adalah lebar bajak, dinyatakan dalam satuan panjang. Ukuran dari satu bajak adalah dengan mengukur jarak dari sayap (wing) sampai penahan samping. Secara teoritis ukuran ini dapat dianggap sebagai lebar pembajakanataulebarpemotongtanah.Bila bajak singkal bekerja memotong dan membalik tanah maka akan terbentuk alur yang disebut furrow. Bagian tanah yang diangkat dan diletakkan  kesamping, disebut keratan tanah (furrow slice). Bila pekerjaan dimulai dari tengah areal secara bolak-balik dan arah perputaran ke kanan, maka akan berbentuk alur balik (Back furrow) (Gambar 36). Bila pekerjaan bolak balik dimulai dari tengah dan arah perputaran ke kiri, maka akan terbentuk alur mati (Dead furrow). Pembalikan tanah umumnya kearah kanan.
Alat pengolahan tanah pertama
Hasil Pembajakan dengan Menggunakan Bajak Singkal
Dalam operasional bajak dapat digolongkan atas bajak tarik (trailing moldboard plow) dan bajak yang dapat diangkat secara hidrolik (mounted moldboard plow). Dilihat dari hasil kerjanya dapat digolongkan atas bajak satu arah (one way) dan bajak dua arah (two way). Menggunakan bajak dua arah memberikan keuntungan dalam menghindari terbentuknya alur balik  (back furrow).

b)  Bajak piringan 

     Piringan dari bajak ini diikat pada batang penarik melalui bantalan (bearing), sehingga pada saat beroperasi ditarik oleh traktor maka piringannya dapat berputar. Dengan berputaraya  piringan, maka diharapkan dapat mengurangi gesekan dan tahanan tanah (draft) yang terjadi. Piringan bajak dapat berada disamping rangka atau berada di bawah rangka. Bagian-bagian dari bajak piring dapat dilihat pada Gambar berikut
Alat pengolahan tanah pertama
Bagian-bagian disc plow (bajak piringan)

 Hasil Pembajakan dengan Menggunakan Bajak Piring (Disc Plow)
Bajak piringan (disc plow)
Ada tiga jenis bajak piring yang ditarik dengan traktor, yaitu ; tipe tarik (trailing), tipe hubungan langsung (direct-connected), dan tipe diangkat sepenuhnya(integralmounted).

Tipe tarik dapat dibagi lagi atas biasa  (reguler)  dan satu arah (one-way).  Reguler trailing disk plow  ditarik di belakang traktor. Alat ini dilengkapi dengan roda yaitu 2 buah roda alur  (furrow wheel) dan satu buah  roda lahan (land wheel).  Kedua roda alur  (furrow wheel), berperan untuk menstabilkan jalannya bajak. Pada tanah-tanah berat digunakan  heavy way disk plow  untuk mendapatkan pengolahan yang dalam. One way disk plow adalah piring bajak yang di susun dalam satu gang melalui suatu poros. Jarak antara piringan adalah  8 sampai 10 inci. Jumlah piringan dapat beragam dari 2 sampai 35 buah dengan ukuran diame terpiring dari 20 sampai 26 inci.Tipe hubungan langsung atau disebut juga  semi mounted disk plow di bagian depannya dapat diangkat menggunakan sistem hidrolik traktor sehingga memudahkan alat sewaktu berputar. Alat ini dapat berputar pada areal yang sempit dan juga dapat mundur.Tipe diangkat sepenuhnya ditarik dibelakang traktor dipasang pada tiga titik gandeng dan keseluruhannya dapat diangkat menggunakan sistem hidrolik  traktor, sehingga sangat mudah dalam transportasi. Tipe  one way disk plow  yang kecil dapat juga termasuk  Integral mounted.,  bila dapat diangkat keseluruhannya dengan hidrolik traktor.

c)  Bajak rotary (bajak putar)

     Bajak rotari adalah bajak yang terdiri dari  pisau-pisau yang berputar. Berbeda dengan bajak piringan yang berputar karena ditarik traktor, maka bajak ini terdiri dari pisau-pisau yang dapat mencangkul yang dipasang pada suatu poros yang berputar karena digerakan oleh suatu motor. Bajak ini banyak ditemui pada pengolahan tanah sawah untuk pertanaman padi.

Alat pengolahan tanah pertama
Bajak rotary tipe vertikal
Ada tiga jenis bajak rotari yang biasa dipergunakam. Jenis pertama yang disebut dengan tipe tarik dengan mesin tambahan (pull auxiliary rotary engine). Pada jenis ini terdapat motor khusus untuk menggerakkan bajak, sedangkan gerak majunya ditarik oleh traktor 

Jenis kedua adalah tipe tarik dengan penggerak PTO (pull power take off driven rotary plow). Alat ini digandengkan  dengan traktor melalui tiga titik gandeng (three point hitch). Untuk memutar bajak ini digunakan daya dari as PTO traktor. Jenis ketiga adalah bajak rotari tipe kebun berpenggerak sendiri (self propelled garden type rotary plow). Alat ini terdapat pada traktor-traktor roda 2. Bajak rotari digerakkan oleh daya penggerak traktor melalui rantai atau sabuk. Dapat juga langsung dipasang pada as roda, sehingga disamping mengolah tanah bajak ini juga berfungsi sebagai penggerak

Alat pengolahan tanah pertama
 Bajak Rotari Tipe Tarik Berpenggerak PTO
Beberapa jenis garu yang dipakai pada pengolahan tanah kedua adalah : a) garu piring (disk harrow), b) garu palcu (splice tooth harrow), c) garu pegas (spring tooth harrow), d) garu  rotari, dan e) garu khusus (special harrow).
Alat pengolahan tanah pertama
Bajak Rotary Tipe Kebun Berpenggerak Sendiri
Tujuan Dari Pengolahan Tanah Dan Keuntungan Pengolahan Tanah Secara Mekanis

Tujuan Dari Pengolahan Tanah Dan Keuntungan Pengolahan Tanah Secara Mekanis

Pengolahan tanah  adalah proses di mana  tanah  digemburkan dan dilembekkan dengan menggunakan tangkai kemudi ataupun penggaru yang ditarik oleh  traktor  maupun  bajak  yang ditarik oleh  binatang  maupun manusia. Melalui proses ini, kerak tanah teraduk, sehingga  udara  dan cahaya matahari  menembus tanah dan meningkatkan  kesuburannya. Sekalipun demikian, tanah yang sering digarap sering menyebabkan kesuburannya berkurang.Telah diketahui bahwa pengolahan tanah dapat merubah dan atau memperbaiki struktur tanah serta memberantas gulma. Perbaikan struktur tanah dengan pengolahan tanah diduga dapat berpengaruh baik pada pertumbuhan tanaman, meskipun pendapat tersebut sulit  dibuktikan karena hanya melihat aspek fisik tanahnya saja. Yang pasti bahwa memberantas gulma akan memberikan keuntungan bagi pertumbuhan tanaman. 

Perkembangan selanjutnya menunjukkan bahwa penelitian-penelitian mengenai pengolahan tanah terbagi dalam dua aliran, yaitu aliran yang memberikan penekanan pada pengendalian gulma dan aliran yang memberikan penekanan pada perbaikan struktur tanah. Terlepas dari ada tidaknya pengaruh pengolahan tanah pada produksi tanaman, pengolahan tanah sampai kini tetap saja dilakukan petani paling tidak untuk mempermudah pekerjaan berikutnya.

Tujuan dari pengolahan tanah adalah sebagai berikut: 

  • Menciptakan struktur tanah yang dibutuhkan untuk persemaian atau tempat tumbuh benih. Tanah yang padat diolah sampai menjadi gembur  sehingga mempercepat infiltrasi, berkemampuan baik menahan curah hujan memperbaiki aerasi dan memudahkan perkembangan akar. 
  • Peningkatan kecepatan infiltrasi akan menurunkan  run off  dan mengurangi bahaya erosi. 
  • Menghambat atau mematikan tumbuhan pengganggu. 
  • Membenamkan tumbuhan-tumbuhan atau sampah-sampah yang ada diatas tanah kedalam tanah, sehingga menambah kesuburan tanah. 
  • Membunuh serangga, larva, atau telur-telur serangga melalui perubahan tempat tinggal dan terik matahari. 

Keuntungan pengolahan tanah secara mekanis

  • Keuntungan Teknis. Pekerjaan pengolahan tanah memerlukan tenaga yang sangat besar, sehingga dibutuhkan banyak tenaga kerja. Dengan tenaga yang besar, yang dimiliki per alatan mekanis, pekerjaan yang berat akan dengan mudah dikerjakan. Hasil pengolahan tanah secara mekanis dapat lebih dalam.
  • Keuntungan Ekonomis. Berdasarkan hasil penelitian (di Pulau Jawa), biaya pengolahan tanah per hektar dengan traktor akan lebih murah dibandingkan dengan menggunakan tenaga manusia maupun hewan. Penurunan biaya pengolahan tanah ini tentunya akan meningkatkan keuntungan para petani.
  • Keuntungan Waktu. Dengan tenaga yang cukup besar, tentunya pengolahan tanah yang dilakukan secara mekanis akan lebih cepat. Dengan cepatnya waktu pengolahan tanah, akan mempercepat pula proses budidaya secara keseluruhan. Untuk beberapa tanaman yang berumur pendek, sisa waktu yang tersedia ini dapat digunakan untuk melakukan budidaya lagi

Menghidupkan Dan Mematikan Traktor Roda Empat

Sebagian besar, traktor roda empat menggunakan motor diesel sebagai tenaga penggerak dan dihidupkan dengan  motor stater. Sebelum traktor dihidupkan, harus diperiksa  terlebih dahulu, sehingga traktor siap untuk dioperasikan. Kran  bahan bakar dalam posisi “OPEN”. Rem terkunci. Berikut ini  akan dijelaskan langkah-langkah penting dalam menghidupkan dan mematikan traktor roda empat, beserta tujuannya.

Menghidupkan traktor roda empat

  • Naik ke traktor  dengan posisi maju, karena  sekalian melihat bagian pengendali. Hati  –hati, tidak  boleh menyentuh bagian pengendali, baik tangan maupun kaki.
  • Duduklah yang baik di tempat duduk, karena seluruh  anggota badan, diperlukan untuk men gendalikan traktor.
Menghidupkan dan mematikan traktor roda empat
Posisi Naik Traktor (dari sebelah kiri traktor)

  • Semua saklar diposisikan “OFF”, untuk menghemat  strom accu pada saat kunci kontak pada posisi “ON”.
  • Semua tuas dan pedal netral. Sehingga pada saat traktor dihidupkan, seluruh peralatan traktor tidak  berjalan.
  • Masukkan kunci kontak dan putar ke kanan ke arah “ON”.
  • Lihat, apakah lampu indikator pengisian accu dan indikator sirkulasi oli   pelumas menyala.
  • Apabila traktor sudah lama tidak digunakan, putar kunci kontak ke arah kiri (PREHEAT) dan tahan  selama kurang lebih 10  –   20 detik. Atau sampai   indikator pemanas mesin berpijar dengan melihat lampu indikator pada dashboard menyala, sebagai tanda  ruang pembakaran sudah cukup  panas. Dengan panasnya ruang pembakaran, akan mempermudah terjadinya proses pembakaran.
  • Injak penuh pedal kopling, untuk menjaga agar traktor  tidak berjalan pada saat distarter.
  • Geser tuas gas pada posisi “START” atau gas tinggi.
  • Putar kunci kontak ke  kanan penuh kearah  “START”, sehingga motor staterakan memutar  motor penggerak.
  • Setelah motor hidup, segera lepaskan kunci kontak,  sehingga kunci kontak secara otomatis,  kembali ke posisi “ON”. Untuk  mematikan motor starter.
  • Setelah  motor hidup, lampu indikator pengisian accu  dan indikator sirkulasi oli pelumas mati.
  • Kecilkan posisi gas ke idle (stasioner).
  • Lepaskan pedal kopling pelan-pelan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat menghidupkan  traktor roda empat

  • Pada saat accu lemah, sebelum memutar kunci kontak  ke kanan, ke posisi “START”, tarik tuas dekompresi,  sehingga putaran motor lebih ringan.
  • Setelah motor berputar  dengan kecepatan tinggi selama 3–5 detik, doronglah tombol dekompresi, untuk menghasilkan tekanan kembali
  • Bila motor tidak hidup selama 10 detik, putarlah kunci  kontak pada posisi “ON” kembali. Tunggu sekitar 20  detik untuk mendinginkan motor stater. Ulangi  langkah menghidupkan. Melakukan stater yang terlalu lama akan merusak motor stater.
  • Biarkan  motor berputar tanpa beban (idle) selama  beberap saat. Jangan memberikan beban berat begitu motor hidup.
  • Untuk menjaga keamanan, jangan menghidupkan traktor di dalam ruangan yang sirkulasi udaranya  kurang baik.

Mematikan traktor roda empat

  • Lepaskan beban motor
  • Kecilkan gas pada posisi “ idle” atau stasioner,  sehingga putaran mesin akan pelan, selama 1 menit.
  • Netralkan seluruh bagian  pengendali dan tuas hidrolik  pada posisi turun.
  • Geser tuas gas pada posisi  “stop”, hingga motor mati  karena tidak ada aliran  bahan bakar keruang  pembakaran.
  • Setelah motor mati, putar kunci kontak ke posisi  “OFF”, lalu cabut.
  • Pasang pengunci rem sebelum meninggalkan traktor.

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat mematikan  traktor roda empat.

  • Gas tidak perlu dinaik-turunkan sebelum dimatikan
  • Jangan tergesa -gesa dalam mematikan motor
  • Tidak boleh mematikan traktor dengan tuas dekompresi
  • Sebelum meninggalkan traktor, semua tuas dalam kondisi netral
  • Pada saat turun, posisinya mundur, tidak boleh menyentuh bagian pengendali.

Memulai menjalankan traktor roda empat

  • Lakukan langkah menghidupkan traktor
  • Posisi gas digeser sedikit lebih besar dari posisi idle.
  • Tuas rem parkir dilepas
  • Pedal kopling diinjak penuh
  • Tuas persneleng cepat lambat dibindah ke posisi “cepat” atau “lambat”
  • Tuas persneleng utama dipindah ke posisi jalan (1,2,3 atau R).
  • Pedal kopling utama dilepas pelan-pelan agar traktor tidak meloncat pada saat mulai jalan.

Menjalankan lurus ke depan

  • Lakukan langkah “mulai menjalankan traktor roda empat”
  • Pada saat traktor berjalan, kedua tangan berada pada kemudi. Posisi ibu jarikeluar.
  • Mata memandang ke depan.
  • Gas diperbesar untuk mempercepat jalannya traktor sesuai keinginan.
  • Kedua kaki dipindah ke landasan, jangan di pedal gas, kopling atau rem.
  • Jangan membelokkan stang kemudi
  • Jangan memindah posisi gigi persneling

Menghidupkan dan mematikan traktor roda empat
Posisi traktor pada waktu berbelok maju dengan trailer
Menghentikan traktor

  • Gas dikecilkan pada posisi idle untuk mengurangi
  • kecepatan
  • Injak pedal kopling sehingga posisi transmisi terlepas
  • Injak pedal rem, traktror akan berhenti.
  • Persneleng utama dan persneleng cepat lambat dinetralkan

Menjalankan lurus ke belakang.

  • Lakukan langkah “mulai menjalankan traktor roda empat”
  • Badan diputar ke kiri atau  ke kanan sedikit untuk melihat ke belakang.
  • Pada saat traktor berjalan, kedua tangan berada pada kemudi.
  • Mata memandang ke belakang.
  • Gas diperbesar untuk mempercepat jalannya traktor sesuai keinginan.
  • Jangan membelokkan stang kemudi
  • Jangan memindah posisi gigi persneling

Menjalankan lurus ke belakang dengan trailer

  • Gunakan gigi yang rendah
  • Perhatikan selalu ujung trailer
  • Pada saat trailer akan berbelok ke kiri, putar stir sedikit ke kiri, lalu kembalikan saat trailer mulai lurus kembali.
  • Pada saat trailer  akan berbelok ke kanan, putar stir sedikit ke kanan, lalu kembalikan saat trailer mulai lurus kembali.

Mengganti gigi persneleng

  • Lakukan langkah menghentikan traktor
  • Pindahkan posisi gigi persneleng sesuai kecepatan yang diinginkan.
  • Mulai menjalankan traktor lagi.

Catatan: Pada saat perpindahan gigi persneleng, traktor harus dalam posisi berhenti, karena biasanya traktor tidak dilengkapi dengan sinkronmes

Membelokkan traktor di jalan

  • Gas dikecilkan sebelum traktor dibelokkan.
  • Biarkan setengah badan traktor melewati belokan
  • Putar stir kemudi ke kanan atau ke kiri
  • Pada saat mulai membelok jangan terlalu ke tepi, karena untuk haluan.

Menghidupkan dan mematikan traktor roda empat
Posisi traktor pada waktu berbelok maju tanpa trailer
Membelokkan traktor dengan  trailer secara mundur (misalnya ke kanan)

  • Posisi traktor di tengah jalan pada saat akan berbelok
  • Putar stir ke kiri sehingga trailer akan berbelok ke kanan
  • Setelah trailer mulai masuk ke belokan jalan, putar dengan cepat stir ke kanan
  • Pada saat traktor  dan trailer posisinya mulai satu sumbu (setelah berbalok), stir diluruskan kembali

Menghidupkan dan mematikan traktor roda empat
Posisi traktor berbelok mundur dengan trailer
Membelokkan traktor ke jalan (gang) yang sempit 

  • Sebelum berbelok, putar stir berlawanan arah dengan arah belok
  • Pada saat akan berbelok putarlah stir dengan cepat, sehingga traktor berbelok dengan tajam. 
  • Pada saat traktor akan memasuki gang yang sempit, posisinya sudah tidak berbelok lagi

Membelokkan traktor dari jalan (gang) yang sempit

  • Jalankan traktor sampai seluruh badan traktor keluar dari gang sempit
  • Mulailah berbelok

Melewati tanjakkan

  • Gigi persneleng dipindah ke posisi rendah sebelum melewati tanjakkan.
  • Jalankan traktor, lalu gas diperbesar secara pelan-pelan, untuk mencegah roda depan terangkat
  • Tidak boleh memindah gigi persneleng pada saat menanjak

Menghidupkan dan mematikan traktor roda empat
 Traktor Pada Saat Menanjak
Melewati turunan

  • Gigi persneleng dipindah ke posisi rendah sebelum melewati turunan.
  • Jalankan traktor, gas jangan terlalu besar.
  • Tidak boleh memindah gigi persneleng pada saat menurun.
  • Hindari penggunaan rem secara berlebihan, biarkan mesin mengerem sendiri

Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat menjalankan traktor.

  • Pastikan kunci  rem kiri kanan terpasang, pada saat dijalankan di jalan
  • Apabila parkir di tempat yang miring, sebaiknya roda diganjal.
  • Pada saat menjalankan traktor, kaki tidak boleh di atas pedal rem dan pedal kopling.
  • Apabila traktor digandeng dengan implemen, implemen  dinaikkan dahulu sebelum traktor dijalankan di jalan.

Menghidupkan dan mematikan traktor roda empat
Posisi ganjal ban

Gambar  32.