Tampilkan postingan dengan label Elektronik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Elektronik. Tampilkan semua postingan

FUNGSI TUNER, JENIS-JENIS TUNER, FUNGSI KAKI-KAKI TUNER DAN KERUSAKAN PADA TUNER

Tidak lepas dari blok-blok perangkat TV yang segitu banyaknya, Penulis berusaha untuk mengulas beberapa blok saja tetapi dengan cara yang sedikit berbeda, yaitu blok-blok berdasarkan fungsi dari komponen aktif berikut penjelasan sekadarnya yang Penulis sesuaikan dengan kondisi desain saat ini. Komponen aktif tersebut mungkin saja hanya bagian kecil dari blok yang berada dalam sebuah IC TV atau 1 blok utuh (modul), misalnya tuner.
Sebelum melanjutkan, sebaiknya para Pembaca sudah mengetahui susunan diagram blok dan cara kerja sebuah perangkat TV hitam putih (B/W) dan perangkat TV warna sekaligus dapat membedakan perbedaan bloknya. Banyak sekali literatur-literatur yang menerangkan susunan sistem blok perangkat TV dimaksud.

PEMBATASAN MASALAH
Guna membatasi topik, Penulis hanya mengulas blok-blok dasar, analisa kerusakan-kerusakan beserta tips-tips perbaikan. Semua ulasan ini hanya dibatasi pada blok-blok TV analog yang menggunakan CRT (cathode ray tube) tetapi tidak menutup kemungkinan untuk menyinggung komponen/blok pada jenis tv lainnya.

BLOK 1 TUNER
Fungsi utama tuner adalah untuk menala frekuensi radio kemudian frekuensi yang tertala tersebut diubah menjadi frekuensi baru yang dinamakan frekuensi IF. Frekuensi IF ini yang berisi informasi-informasi/data-data yang dibawa oleh carier/frekuensi radio yang dipancarkan yang nantinya diproses dan diurai menjadi informasi-informasi yang terpisah (mudahnya, jika pada TV yaitu sinyal video dan sinyal audio).
Metode untuk menghasilkan IF umumnya menggunakan metode mixing (pecampuran/heterodyning) dengan osilator lokal, selisih pengurangan atau penjumlahan antara frekuensi lokal dengan frekuensi yang ditala tersebut dinamakan intermediate frequency (IF) yang umumnya besarnya jauh sekali di bawah dari 2 frekuensi yang dicampur tersebut.
Besarnya frekuensi IF yang dihasilkan tuner sangat bervariasi, paling sering dijumpai sekitar 38,9MHz (TDQ-38), kadang ada juga yang 44MHz. Frekuensi IF inilah yang akan diproses/didekoder oleh rangkaian IF hingga akhirnya dihasilkan gambar, suara atau informasi-informasi lain misalnya data teletext, multiplex/nicam dan lain-lain.

Skema/diagram Blok Dasar Tuner 1 Band
FUNGSI TUNER, JENIS-JENIS TUNER, FUNGSI KAKI-KAKI TUNER DAN KERUSAKAN PADA TUNER

Di atas adalah diagram blok tuner 1 band dan tidak jauh berbeda untuk band yang lain. Sinyal RF diterima oleh antena kemudian ditala/dipilih oleh rangkaian tala pada penguat RF pertama kemudian dimasukan ke rangkaian mixer, mixer ini berfungsi untuk mencampur frekuensi yang telah terpilih dan dikuatkan oleh penguat RF pertama dengan frekuensi lokal yang tertala juga. Dari proses mixing tersebut, dihasilkan beberapa frekuensi baru yang salah satunya dikuatkan dan difilter untuk menghasilkan frekuensi IF. Karena frekuensi IF yang dihasilkan harus dipertahankan pada frekuensi tertentu, maka semua rangkaian tala harus dalam posisi yang selaras, artinya, jika rangkaian tala/pemilih digeser naik 1MHz, osilator juga digeser naik 1MHz juga, keduanya secara bersamaan.
Rangkaian tala umumnya terdiri dari induktor dan kapasitor yang tersusun secara paralel (membentuk band pass filter atau perangkap gelombang). Pada umumnya, rangkaian tala pada osilator lokal juga mempunyai bentuk yang sama pula. Sedangkan metode-metode penggeseran/pemilihan frekuensi dengan menggeser nilai capasitor dalam rangkaian resonansinya, dapat menggunakan varco atau menggunakan dioda varaktor. Dioda varaktor ini bekerja mirip dengan kapasitor trimmer, tetapi dengan kontrol tegangan. Semakin tinggi tegangan yang masuk, semakin rendah nilai kapasitansi varactor, semakin rendah nilai kapasitor, semakin tinggi frekuensi yang tertala atau yang dihasilkan oleh osilator lokal.

Jenis-jenis Tuner
Banyak sekali jenis tuner TV, tetapi Penulis di sini hanya mengulas 3 jenis tuner saja yang Penulis kelompokkan dari metode penggeseran frekuensi dan yang sering ditemui.
  1. Tuner Biasa/manual, tuner ini dapat ditemukan pada TV-TV model lama yang manual, metode penggeserannya menggunakan varco yang dilengkapi dengan knop. Umumnya terdiri dari 1 band saja untuk satu modul tuner.
  1. Tuner VT, metode penggeserannya sudah menggunakan tegangan sebagai kontrolnya, reactor aktifnya menggunakan dioda varactor (variable reactor). Ciri utamanya, masih menggunakan pin/kaki yang berfungsi sebagai masukan tegangan kontrol frekuensi yang dinamakan kaki VT (voltage tune). Besar tegangan VT dalam rentang 0 s/d 30an volt. Pada model TV lama, tegangan VT ini dihasilkan oleh potensio/trimpot pemilih channel/gelombang. Sedangkan pada model yang lebih baru, sudah menggunakan IC program untuk mengontrolnya.
  1. Tuner PLL. Secara internal, metode penggeseran sama dengan tuner VT, perbedaannya, di dalam tuner tersebut sudah dilengkapi rangkaian PLL. Karena yang digunakan adalah PLL/synthesizer, maka cara penggeserannya cukup dengan data yang dikirimkan oleh IC program ke prosesor PLL dalam tuner tersebut. Umumnya menggunakan bus data berjenis I2C, karena bus data jenis ini sudah lazim dipakai pada desain perangkat televisi. Ciri utama tuner ini adalah adanya kaki/pin SDA dan SCL, dan juga pin untuk sumber tegangan VT tetap.

Fungsi-fungsi Kaki pada Tuner
  1. AGC, Automatic Gain Control. Tidak semua gelombang RF yang diterima mempunyai daya yang sama, ada yang jernih ada juga yang kurang. Ada sinyal yang kuat juga ada yang lemah. Guna mengatasinya, dibuatkan pin/kaki AGC yang berfungsi untuk mengatur penguatan secara otomatis, level tegangan pada pin ini secara otomatis akan mengikuti tingkat level kuat tidaknya sinyal RF yang masuk, tegangan berasal dari blok IF. Cara kerjanya secara umum yaitu semakin kuat sinyal RF yang masuk/ditala, semakin kecil tegangan pada pin ini. Tegangan yang bervariasi pada pin ini bersumber dari penguat AGC pada blok IF.
  1. AFT, Automatic Fine Tuning. Osilator lokal pada tuner umumnya berjenis VFO (variable frequency oscillator), yang berciri khas mudah digeser sekaligus mudah bergeser sendiri, sehingga dapat sedikit menggeser talaan yang dilakukan oleh tegangan VT. AFT digunakan untuk ‘mengembalikan’ frekuensi yang bergeser tersebut dalam rentang yang relatif sempit. Jika talaan bergeser melebihi ambang AFT, maka VT yang digunakan untuk fungsi ‘mengembalikan’ talaan tersebut.
  1. VT, Voltage Tune. Di awal sudah disinggung fungsi dari VT, yaitu untuk menggeser frekuensi tuner berdasarkan tegangan yang diberikan ke pin ini. Tegangan VT ini umumnya dikontrol oleh pemilih channel. Jika pemilih channelnya menggunakan IC program, maka pengontrol besar tegangan pada VT adalah IC program. Ketika proses Search, normalnya akan terukur tegangan pada pin ini dimulai dari 0V dan beranjak naik hingga sekitar 33V.
  1. SDA, SCL. Pin ini dapat ditemukan pada tuner-tuner model PLL. Berfungsi sebagai jalur pengontrol tuner, hampir semua fungsi dalam tuner dapat dikontrol oleh bus data ini. Tuner-tuner PLL, tidak lagi menggunakan tegangan VT untuk menggeser frekuensi tuner, tetapi dengan data yang dikirimkan ke tuner, maka tuner secara otomatis akan mengeset VT-nya sendiri berdasarkan data yang dikirimkan oleh IC program/controller.
  1. BM, BP. Adalah pin supply tegangan untuk tuner. Tegangan kerja sebuah tuner bervariasi, tergantung tipe dan model. Banyak ditemui yang mengkonsumsi tegangan 5, 9 dan 12V.
  1. BL, BH, BU. Merupakan pin supply tegangan untuk tiap band. Fungsinya untuk memberi tegangan blok band rangkaian tuner. Pin BM pada tuner dipakai untuk mensupply blok penguat IF, sedangkan pin BL, BH dan BU digunakan untuk mensupply blok-blok dari tiap band pada tuner sehingga fungsi utamanya sebagai pemilih band dari tuner tersebut, caranya dengan memberi tegangan pada salah satu pin band tersebut.
  1. BAND A, BAND B. Berbeda dengan pin band supply di atas, pin ini juga berfungsi sebagai pemilih band. Untuk memilih band tinggal memberi tegangan (umumnya dalam level logik, 5V) berdasarkan bilangan biner 2 bit, bit pertama band_B dan bit kedua adalah band_A. Sedangkan bilangan biner 2 bit secara urut adalah, 00, 01, 10 dan 11, jadi memungkinkan untuk membuat/memilih 4 kombinasi hanya dengan 2 pin ini.
  1. IF-O. Pin ini merupakan pin keluaran dari modul tuner. Ada yang cuma 1 pin IF out ada juga yang 2 IF out. Keluaran dari pin ini yang akhirnya didekoder/diproses oleh rangkaian/blok IF.
  1. Pin-pin lainnya, biasanya berfungsi lebih spesifik dan tidak begitu populer misalnya Tuner Address.

Kerusakan-kerusakan pada Tuner
  1. Tidak bisa menangkap gelombang, penyebabnya antara lain : 1. pin Antena lepas, untuk mengeceknya tinggal membuka penutup/casing tuner. Biasanya hanya dengan solder ulang. 2. AGC yang tidak bekerja, prinsip dasar AGC adalah memberikan tegangan bias kepada tuner yang besar tegangannya disesuaikan secara otomatis oleh kuatnya sinyal yang masuk. Semakin besar/kuat sinyal yang masuk, semakin kecil tegangan pada pin AGC. Dan 3. IF out tidak ada yang mungkin disebabkan rusaknya blok mixer.
  1. Gelombang bergeser, sering disebabkan karena varaktor tidak lagi mampu mempertahankan nilainya, juga sering disebabkan oleh sistem AFT pada bagian IF yang bermasalah.
  1. Tidak bisa diset/dipilih band-nya, sistem band swith umumnya menggunakan dioda, dengan dioda yang bocor, dapat menyebabkan bocornya tegangan ke pemilih band yang lain.



Macam Macam Komponen Elektronika

KOMPONEN ELEKTRONIKA

Komponen elektronik adalah bagian paling kecil dari suatu rangkaian elektronik, atau bisa dikatakan komponen elektronik adalah unsur-unsur yang menyusun rangkaian elektronik. Jika rangkaian-rangkaian elektronik yang memiliki fungsi tertentu dikumpulkan dan membentuk sebuah system elektronik maka system elektronik tersebut disebut dengan pesawat, contoh : rangkaian power amplifier yang tersusun dari komponen - komponen elektronika dan membentuk suatu rangkaian yang berfungsi sebagai penguat audio.

Disini komponen elektronika dibagi menjadi 2, yaitu :

1. komponen pasif Adalah Komponen pasif adalah jenis komponen elektronika yang bekerja tanpa memerlukan arus listrik sehingga tidak bisa menguatkan dan menyearahkan sinyal listrik serta tidak dapat mengubah suatu energi ke bentuk lainnya. jenis komponen pasif ini tidak mempunyai polaritas dan jika dalam pemasangan         komponen pada PCB terbalik tidak masalah. 
   
contoh komponen pasif :
a. Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi membatasi atau menghambat arus listrik. Karena         tidak dapat menguatkan sinyal maka resistor termasuk komponen pasif.
  
b. Kapasitor adalah merupakan komponen elektronika yang berfungsi untuk menyimpan medan listrik, dapat juga berfungsi untuk memblokir arus DC dan meneruskan arus AC. Karena tidak dapat menguatkan,                   menyearahkan dan mengubah suatu energi ke bentuk lainnya, maka kapasitor termasuk komponen pasif.

c. Induktor adalah termasuk komponen pasif karena tidak dapat menguatkan dan menyearahkan sinyal              maupun mengubah suatu energi ke bentuk lainnya. Bagi arus DC induktor bersifat mengalirkannya tetapi  bagi arus AC induktor bersifat menghambat.

2. komponen aktif Adalah jenis jenis komponen elektronika yang memerlukan arus listrik agar dapat bekerja dalam rangkaian elektronika yang dapat menguatkan dan menyearahkan sinyal listrik, serta dapat mengubah energi dari satu bentuk ke bentuk lainnya. jika dalam pemasangan komponen aktif terbalik maka akan mengakibatkan kerusakan rangkaian pada rangakaian

contoh komponen aktif :   
a. Transistor merupakan komponen elektronika dengan 3 elektrode yang berfungsi sebagai penguat atau            saklar. Jika sebagai penguat maka transistor dapat menguatkan sinyal listrik. Dalam hal ini inputnya                  dimasukkan ke titik B dan outputnya diambil dari titik A.
   
b. Diode adalah komponen elektronika dengan dua elektrode, yang dapat dipakai untuk menyearahkan sinyal      listrik, sehingga termasuk komponen aktif.

c. LED (light emitting diode) Jika dihubungkan dengan sumber tegangan listrik maka LED tersebut akan             menyala. Jadi, LED termasuk komponen aktif karena dapat mengubah suatu bentuk energi (listrik) menjadi         bentuk lainnya (cahaya).

Kedua jenis komponen ini hampir selalu digunakan bersama - sama, kecuali dalam rangkaian - rangkaian pasif yang hanya memakai komponen - komponen pasif saja misalnya: rangkaian baxandall pasif, rangkaian tapis pasif dan sebagainya.


Sedangkan komponen IC (Integrated Circuit) adalah gabungan dari komponen aktif dan komponen pasif yang disusun menjadi sebuah rangkaian elektronika dan kemudian diperkecil ukuran fisiknya.

Melakukan Instalasi Home Theater

       A. Menjelaskan kebutuhan peralatan pembuatan home theater

Pengertian Home Theater
Home        : rumah
Theater      : bioskop
Home Theater : merupakan kombinasi dari perancangan komponen elektronik untuk menciptakan pengalaman menonton film dalam suatu ruang theater  yang mengasyikan yang ada didalam rumah.

§  Keuntungan Menggunakan Home Theater :
-       Salah satu perbedaan terbesar adalah pengalaman suara.
-       Komponen utama kedua bioskop adalah ukuran layar film yang besar.
-       Menonton lebih  nyaman karena dapat menonton semua gambar maupun suara dengan baik.
§  Elemen-Elemen Minimum Home Theater :
-       Layar televisi yang besar (sekurang-kurangnya 27 inchi diukur secara diagonal) dengan gambar yang jelas.
-       Sekurang-kurangnya menggunakan 4 speaker.
-       Pemecah sinyal suara surround dan pengirimannya ke speaker.
-       Peralatan player atau film broadcast dengan suara surround, terutama dengan gambar yang jernih.
§  Kebutuhan Pembuatan Home Teater Diluar Ruangan :
-       Layar Peraga.
-       Tempat Meletakkan Layar.
-       Proyektor Video.
-       DVD Player.
-       Amplifier Stereo Atau Penerima Stereo Dua Kanal.
-       Dua Speaker.
-       TV Berdiri atau Rak.
-       Kabel Power  and Surge Suppressor.
-       Kabel dan Pengawatan Speaker.
-       Bioskop.
-       Makanan.



MELAKUKAN INSTALASI HOME THEATER

SISTEM HOME THEATER TERDIRI DARI
DVD PLAYER SUARA SURROUND DAN SPEAKER

§  Dasar-Dasar Suara Surround :
Untuk mencapai sistem suara surround, diperlukan dua sampai tiga speaker ditempatkan :
-       Didepan.
Kegunaannya adalah memberikan sensasi gerakan suara, dimulai dari depan dan berpindah ke belakang.
-       Ditengah (samping kanan dan kiri).
Kegunaannya adalah ketika dimainkan semua dialog dan suara depan mempengaruhi sehingga nampak seperti berasal dari tengah layar televisi.
-       Dibelakang.
Kegunaannya adalah untuk memenuhi variasi kegaduhan latar belakang film seperti anjing menyalak, gemericik air, suara pesawat terbang yang melayang di atas kepala.
§  Penerima Audio / Video (A/V).
Berfungsi sebagai pemisah suara surround yang terletak didepan, tengah, dan belakang home theater dan mengatur masukan video seperti VCR, DVD player atau piringan satellite yang kemudian mengirimkannya ke piranti keluaran seperti televisi dan sistem suara.
Penerima Audio / Video (A/V) merupakan jantung home teater.
Komponen Penerima Audio / Video (A/V) berupa :
-       Masukan audio video untuk sumber video dapat berupa DVD, DVR player.
-       Preamplifier.
-       Dekoder suara surround (sinyal prosesor).
-       Power amplifier untuk setiap kanal suara.
-       Keluaran untuk speaker dan televisi.
§  Konfigurasi Sistem Penerima Audio / Video (A/V) Pada Home Theater :
MELAKUKAN INSTALASI HOME THEATER

§  Format Suara Surround.
Hal-hal yang perlu diketahui :
-       Penyandi DTS menggunakan lebih sedikit tekanan dibanding penyandi Dolby. Ini berarti bahwa suara DTS lebih jelas dan tajam.
-       Bagaimanapun, penyandi DTS menyandi  juga lebih sedikit  digunakan pada  DVDS dan  televisi broadcast.
-       Kebanyakan DVD memiliki beberapa pemilih suara dolby dan   juga menawarkan aneka pilihan untuk suara  DTS.


  B. Menempatkan peralatan audio menghasikan suara surround dengan sistem 4.1, 5.1 dan 7.1

Menempatkan Peralatan Audio Menghasikan Suara Surround Dengan Sistem 4.1, 5.1 Dan 7.1
§  Optimalisasi Suara Surround Dalam Ruangan (Formasi Speaker) :
Penempatan / pengaturan speaker tergantung pada bentuk ruangan, mungkin ada beberapa yang tidak dapat di install. Untuk mendapat suara surround yang lebih baik, direkomendasikan bahwa pertama putuskan posisi speaker.
§  Penempatan Speaker yang kurang optimal
Contoh Penempatan / Pengaturan Speaker Yang Kurang Optimal : 1.
MELAKUKAN INSTALASI HOME THEATER
Pengaturan Speaker Standar

Contoh Penempatan / Pengaturan Speaker Yang Kurang Optimal :2.
MELAKUKAN INSTALASI HOME THEATER
Pengaturan Speaker Tidak Center

Contoh Penempatan / Pengaturan Speaker Yang Kurang Optimal :3
MELAKUKAN INSTALASI HOME THEATER
Pengaturan Speaker NO SURROUND

Contoh Penempatan / Pengaturan Speaker Yang Kurang Optimal :4
Pengaturan Speaker Hanya Didepan

Contoh Penempatan / Pengaturan Speaker Yang Kurang Optimal :5
MELAKUKAN INSTALASI HOME THEATER
Pengaturan Speaker Semua Didepan

Contoh Penempatan / Pengaturan Speaker Yang Kurang Optimal :6
MELAKUKAN INSTALASI HOME THEATER
Pengaturan Speaker Semua Didepan Tidak Center

Contoh Penempatan / Pengaturan Speaker Yang Kurang Optimal :7.
MELAKUKAN INSTALASI HOME THEATER
Pengaturan Speaker Dua Ruangan
§  Penempatan Speaker yang optimal
Contoh Penempatan / Pengaturan Speaker Yang Optimal : 1
MELAKUKAN INSTALASI HOME THEATER

Pengaturan Jarak Depan
[L/R] 3.0 m/10 ft
Jarak speaker depan dari posisi pendengar dapat diatur 0,2 meter  ditambah 0 sampai 7 meter.
[CENTER] 3,0 m/10 ft (muncul   bila di set [CENTER]  kemudian [YES] dalam pengaturan [SIZE]).
Speaker center dengan jarak dari posisi pendengar dapat diatur  dalam 0,2 m ditambah 0 sampai 7 meter
[SUBWOOFER] 3,0 m/10 ft
Jarak subwoofer dari posisi pendengar dapat diatur 0,2 meter ditambah dari 0 sampai 7 meter

Contoh Penempatan / Pengaturan Speaker Yang Optimal :2
MELAKUKAN INSTALASI HOME THEATER

Pengaturan Hubungan jarak speaker dengan posisi pendegar
 [L/R] 3,0 m/10 ft (muncul bila diatur [SURROUND] pada [YES] dalam pengaturan [SIZE] ).
Jarak speaker surround dari posisi pendengar dapat diatur dalam 0,2 meter ditambah dari 0,0 sampai 7,0 meter.



§  LEVEL FRONT
Pengaturan Standar Kuat Suara
[ L/R] 0,0 dB
Atur antara -15,0 dB dan +10,0 dB dengan penambahan 1,0 dB
[CENTER] 0,0 dB (muncul bila diatur [CENTER] pada [YES] dalam pengaturan [SIZE].
Atur antara -15 dB dan + 10,0 dB dalam penambahan 1 dB.
[SUBWOOFER] 0,0 dB
Atur diantara -15 dB dan + 10,0 dB dalam penambahan 1 dB.

Pengaturan level SURROUND
[ L/R] 0,0 dB (muncul bila di atur [SURROUND] pada [YES] dalam pengaturan [SIZE].
Atur antara -15,0 dB dan +10,0 dB dengan penambahan 1,0 dB

§  JENIS-JENIS SPEAKER :
§  Speaker Floor-standing.
Keunggulannya adalah :
-       Lebih besar dari pada speaker jenis lain,
-       Menghasilkan cakupan frekuensi luas, meliputi kedalaman bass,
-       Amplifier daya memberikan volume per wattnya lebih efisien.
§  Speaker Bookshelf.
Keunggulannya adalah :
-       Speaker lebih kecil sehingga dapat diletakkan berdiri atau pada rak, 
-       Performansi sempurna dalam kotak lebih kecil (biasanya harga lebih murah).
§  Speaker Subwoofer / Satellite Systems.
Keunggulannya adalah :
-       Sedikit mengambil tempat, 
-       Mudah diintegrasikan ke dalam dekor dan,
-       Menyampaikan kaya warna  suara.
§  Speaker di dalam dan di luar dinding.
Keunggulannya adalah :
-       Membangkitkan suara dalam multi arah, dan lebih memberikan penghamburan suara.

§  Suara Surround Dengan Sistem 4.1
MELAKUKAN INSTALASI HOME THEATER
Pengaturan suara surround 4.1 meliputi 4 speaker treable dan 1 speaker bass / subwoffer.

§  Suara Surround Dengan Sistem 5.1
Pengaturan suara surround 5.1 meliputi speaker depan kiri, senter dan kanan. Ini juga memiliki speaker surround kanan dan kiri. Digital dolby, Dolby Pro Logik II dan DTS 5.1 semua akan mendukung format ini. DTS 96/24 menggunakan format kanal untuk memainkan audio pada kecepatan pencuplikan sebagaimana yang direkamkan.
MELAKUKAN INSTALASI HOME THEATER


§  Suara Surround Dengan Sistem 7.1
Dolby Pro Logic IIx memiliki pemisah kanal untuk speaker belakang kanan dan kiri, lebih baik dari pemisahan satu kanal dan pengarahan ke dua speaker.
MELAKUKAN INSTALASI HOME THEATER

7.1 Surround Sound
7 speaker + subwoofer

    C. Menjelaskan TV proyektor

§  Bagian-Bagian CRT :
MELAKUKAN INSTALASI HOME THEATER


§  TV Proyektor Belakang :
·          Tabung Sinar Katoda (Cathode Ray Tube /CRT),
CRT menggunakan 3 katoda masing-masing menghasilkan warna merah, hijau dan biru. Ini dapat menghasilkan gambar besar dengan kontras yang baik  namun juga besar dan berat.
·          Digital Light Processing (DLP),
Menggunakan satu atau tiga piranti cermin mikro digital (Digital Micro mirror Devices /DMD) untuk menciptakan semua piksel yang membentuk gambar.DLP diatur juga untuk menciptakan gambar yang baik, namun celah antara cermin mikro dapat menghasilkan efek pintu layar. Beberapa pengguna juga mencatat adanya suatu efek pelangi bila memindahkan fokusnya dari satu bagian layar ke pengaturan lain pada DLP yang hanya menggunakan satu DMD.
·          Liquid Crystal Display (LCD),
Mengarahkan cahaya melalui kristal cair dan memperbesar untuk diproyeksikan. Suatu LCD TV dapat menjadi ringan dan ramping, namun tidak memiliki level hitam yang baik, kemampuan menghasilkan warna yang benar-benar hitam ini penting untuk detail dan kontras yang baik. 
·          Liquid Crystal on Silicon (LCoS),
Ini menyerupai persimpangan antara DLP dan LCD.LCoS tidak memiliki pintu layar atau efek pelangi yang dihasilkan DLP. Ini tidak sebagaimana jenis peraga yang lain dan beberapa pengaturan tidak memiliki level hitam yang sangat baik.
·          Tabung Sinar Katoda (Cathode Ray Tube / CRT),
CRT proyektor menggunakan tabung yang lebih kecil dari televisi standar. Tabung ini menciptakan gambar yang sama seperti TV standar dengan menembakkan elektron pada layar yang dilapisi pospor. CRT proyektor dapat meliputi :
-       Satu CRT pospor warna merah, hijau dan biru,  
-       Satu CRT hitam putih dan roda pemutar   warna yang menambahkan warna,
-       Tiga CRT masing-masing merah, hijau dan biru.


·          Digital Light Processing (DLP),
Proyektor DLP menggunakan piranti digital cermin mikro (digital micromirror device /DMD), kecil, segi empat terbuat dari cermin mikroskopis untuk membuat gambar.
MELAKUKAN INSTALASI HOME THEATER
Ukuran DMD
(Photo courtesy Texas Instruments)
·          Liquid Crystal Display (LCD),
Keunggulan dari LCD adalah menciptakan suatu gambar grayscale.Untuk menambahkan warna kebanyakan proyektor menggunakan satu rangkaian cermin yang menguraikan cahaya ke dalam berkas cahaya merah, biru dan hijau.Setiap berkas dilewatkan melalui LCD terpisah dan lensa mengumpulkan ketiga berkas dan memproyeksikan gambar pada layar.LCD juga digunakan untuk menciptakan panel datar televisi.
·          Liquid Crystal on Silicon (LCoS),
LCoS secara serempak  memantulkan cahaya dan transmissive, dan itu menyerupai  kombinasi teknologi DLP dan LCD. Dalam perangkat LCoS, cahaya dilewatkan melalui lapisan kristal cair, kemudian  permukaan memantulkan cahaya. Bila cahaya dilewatkan kembali melalui kristal cair, kristal bertindak sebagai katub cahaya untuk menciptakan area gambar terang dan gelap. Kebanyakan proyektor LCoS menggunakan piranti pemisah merah, hijau, biru dan lensa mengkombinasikan ke tiga warna.

Sistem pencerminan pada LCoS
MELAKUKAN INSTALASI HOME THEATER

§  Hal-hal pokok dalam merancang TV Proyektor :
-       Ukuran ruangan dan layar.
-       Perencanaan pemakaian.
§  TV Proyektor  Depan :
MELAKUKAN INSTALASI HOME THEATER
Sistem Proyeksi Depan

MELAKUKAN INSTALASI HOME THEATER
Sistem Proyeksi Depan Secara Reflektif

     D. Melakukan install home theater 

Contoh Penempatan Home Teater Didalam Ruangan
MELAKUKAN INSTALASI HOME THEATER

Contoh Penempatan Home Teater Didalam Ruangan
MELAKUKAN INSTALASI HOME THEATER

Contoh Gaya Pemasangan Home Theater Diluar Ruangan
MELAKUKAN INSTALASI HOME THEATER

Nuansa Untuk Menikmati Home Theater
MELAKUKAN INSTALASI HOME THEATER

    E. Menginstall peralatan  home teater dengan konfigurasi 41 atau 61

Suara Surround Dengan Sistem 4.1

MELAKUKAN INSTALASI HOME THEATER

Suara Surround Dengan Sistem 6.1
Pengaturan  6.1 mengambil speaker 6  ditambah kanal belakang. Digital dolby  EX menggunakan format ini, pemisahan kanal tambahan ke speaker belakang kanan dan kiri. DTS-ES, pada sisi lain menggunakan speaker belakang senter. DTS Neo 6 dapat juga digunakan untuk mendukung format 6 kanal.

                              Pengaturan suara surround 4.1 meliputi 4 speaker treable 
                      dan 1 speaker bass / subwoffer.




MELAKUKAN INSTALASI HOME THEATER


     F. Melakukan trouble shooting  hasil install

q  Langkah-langkah Instalasi Sistem Home Theater :
§  Perencanaan  Penataan.
-       Rencanakan tata letak.
-       Pertimbangkan penempatan saluran-saluran dalam ruang home theater.
-       Tempatkan TV  agar dapat dilihat secara lurus.
-       Pasang speaker sebelum mulai ditonton.
-       Posisikan speaker kanal senter di atas atau di bawah TV.
-       Tempatkan speaker depan sebelah kiri dan kanan pada jarak yang sama pada salah satu sisi TV.
-       Letakkan speaker surround pada jarak yang sama pada kiri dan kanan tempat duduk.
-       Tempatkan subwoofer pada sisi ruang, sekitar tengah-tengah antara posisi penonton dan TV.
-       Hubungkan speaker dan sistem teater dengan  memasang kabel speaker sepanjang baseboard atau turunkan dari dinding.

q  Instalasi Home Theater.
§  Keamanan :
-       Unit tidak perlu dilepaskan dengan sumber tegangan AC sepanjang ini dihubungkan dengan dinding saluran utama, dan perangkat telah diposisikan off.
-       Lepaskan unit dari dinding saluran jika anda  tidak berniat menggunakan untuk perioda waktu yang lama. Untuk melepaskan cord, keluarkan plug tidak beserta talinya.
§  Instalasi :
-       Yakinkan sirkulasi udara cukup untuk mencegah timbulnya panas dari dalam.
-       Jangan menempatkan unit pada permukaan  permadani/  selimut atau di dekat bahan ( tabir,  korden) yang menghalangi ventilasi.
-       Jangan menginstalasi unit didekat sumber-sumber panas seperti radiator, saluran udara, tempat yang terkena sinar matahari langsung, debu yang berlebihan dan getaran mekanis.
-       Jangan menginstal unit dalam posisi ditundukkan. Ini dirancang untuk dioperasikan hanya dalam posisi horisontal.
-       Jaga unit dan disc dari peralatan yang mempunyai kekuatan magnit yang besar seperti oven microwave, speaker yang besar.
-       Jangan meletakkan obyek yang berat diatas unit.
-       Bila unit dipindahkan langsung dari lokasi dingin ke panas kemungkinan akan timbul embun di dalam DVD sistem home teater dan menyebabkan kerusakan pada lensa.

q  Merakit Speaker.
-       Untuk amannya gunakan alas pada bawah speaker.
-       Amankan alas dengan menggunakan tonggak.
-       Amankan  alas tumpuan pada  tonggak dengan sekrup.
-       Hubungkan tali speaker ke speaker kemudian belitkan melalui slot A, B, C dan D.

Alur koneksi antar speaker :
MELAKUKAN INSTALASI HOME THEATER

q  Langkah-langkah Perancangan Sistem Pada Home Theater :
-       Menghubungkan Speaker.
-       Menghubungkan dengan televisi.
-       Menghubungkan antenna ( Aerial).
-       Mengatur Posisi Sistem.
-       Pemasangan Peningkatan Televisi.
-       Komponen Pengembangan Lain.

q  Melacak Kerusakan Sistem Pada Home Theater :
-       Televisi tidak dapat ON.
-       Televisi tidak menerima gambar.
-       Kualitias gambar lemah.
-       Tidak ada warna.
-       Koneksi HDMI (Hight- Defenition Multimedia  Interface) tidak bekerja.
-       Suara surround kelihatan tak benar.
-       Penerimaan radio lemah.
-       Terlalu sering skip atau freeze DVD.

q  Melacak Gangguan Pada Gambar :
-       Power  tidak terpasang.
-       Tidak ada gambar.
-       Tampak noise gambar.
-       Terjadi ketidak keteraturan warna pada layar TV.
-       Tidak ada suara.
-       Suara kiri dan kanan tidak seimbang atau terbalik.
-       Tidak suara pada subwoofer.
-       Disc tak dapat dimainkan.

q  Arah Pantulan Suara Karena Efek Akustik
MELAKUKAN INSTALASI HOME THEATER

q  Macam-macam Efek Akustik :
§  Pantulan, Penyerapan, Difusi.
MELAKUKAN INSTALASI HOME THEATER

Keterangan :
·          Pantulan.
Terdapat beberapa jenis refleksi ruang, semua mempengaruhi sistem suara.Refleksi  permukaan keras dari  dekat sekeras suara asli.
·          Penyerapan.
Cara kebanyakan untuk mengendalikan refleksi yang tidak dikehendaki, melalui penggunan busa penyerap atau fiberglas.
·          Difusi.
Permukaan yang bersifat memancar, memantulkan  secara tak langsung atau menyerap suara namun menyebar  berbagai arah. Sekarang perancang  bahan memancarkan menggunakan permukaan tak beraturan  didasarkan pada teori matematika.

Mode Gelombang Berdiri dan Resonansi Ruang.
MELAKUKAN INSTALASI HOME THEATER

MELAKUKAN INSTALASI HOME THEATER

Keterangan :
Mode Gelombang Berdiri.
Gelombang tegak menciptakan suara ketika direfleksikan kembali dan berjalan diantara dua permukaan paralel dalam ruang.Ini mempengaruhi frekuensi di bawah 300 Hz.
·          Resonansi Ruang.
-       Sumbu panjang.
-       Sumbu lebar.
-       Sumbu tinggi.

Ukuran Ruang.
MELAKUKAN INSTALASI HOME THEATER

Mode resonansi terjadi bila jarak antara dinding ruang sama dengan setengah panjang gelombang suara dan kelipatan setengah panjang gelombang. Perlu diingat tekanan suara puncak (tingkat volume) pada dinding.

    G. Merawat home teater
Langkah- Langkah Perawatan Home Theater :
§  Penempatan Sistem.
-       Tempatkan sistem dalam lokasi dengan ventilasi yang cukup untuk mencegah timbulnya panas pada sistem.
-       Pada volume tinggi dalam waktu yang lama, kabinet menjadi panas.
-       Jangan menghalangi ventilasi dengan meletakkan apaun di atas sistem.
-       Jangan meletakkan sistem pada permukaan lunak seperti permadani dan jangan menutup lubang ventilasi.
-       Jangan menempatkan sistem dalam lokasi dekat sumber panas, atau tempat yang kena sinar matahari langsung, terlalu berdebu, atau kejutan mekanis.
§  Pengoperasian.
-       Jika sistem dibawa langsung dari lokasi dingin ke panas, atau ditempatkan dalam ruangan yang sangat beruap, uap mungkin memadatkan lensa dalam sistem.
-       Bila memindahkan sistem, keluarkan semua disc. Jika tidak disc mungkin rusak.
§  Pengaturan Volume.
-       Jangan mengeraskan volume  selagi  mendengarkan suatu bagian dengan tingkatan masukan sangat rendah. Jika ini dikerjakan dapat menyebabkan speaker rusak bila bagian level puncak tiba-tiba dimainkan.
§  Pembersihan.
-       Membersihkan kabinet, panel dan kontrol dengan kain lembut yang sedikit dilembabkan dengan suatu solusi deterjen lembut. Jangan menggunakan jenis-jenis bantalan abrasive, menggosok dengan bedak, atau  bahan pelarut seperti alcohol atau bensin.
-       Jangan menggunakan pembersih disc atau disc / lensa pembersih yang tersedia dalam pasaran  (jenis basah atau semprotan). Kemungkinan ini menyebabkan piranti tidak berfungsi dengan baik.
§  Perawatan Disc.
Memegang disc.
-       Jaga kebersihan disc, pegang disc pada ujungnya. Jangan menyentuh dibagian permukaan.
-       Jangan rekatkan kertas atau pita pada disc.
-       Disc jangan disorot dengan sinar matahari langsung atau sumber panas seperti saluran udara panas atau ditinggal dalam mobil yang diparkir terkena sinar matahari langsung seperti kemungkinan kenaikan temperature dalam mobil perlu dipertimbangkan.
MELAKUKAN INSTALASI HOME THEATER
Cara memegang disc.

§  Membersihkan disc.
-       Sebelum digunakan, bersihkan disc dengan kain pembersih. Arah sekaan disc dari tengah  kearah luar.
-       Jangan menggunakan pelarut seperti bensin, thinner, pembersih yang ada dipasaran atau semprotan anti static yang diharapkan untuk vinyl LPs.
-       Sistem ini hanya dapat playback dengan lingkaran disc standar. Dengan menggunakan disc tidak standar (misal bentuk card, hati atau bintang) kemungkinan dapat menyebabkan tidak berfungsi.
-       Jangan menggunakan asesoris yang diletakkan pada disc yang tersedia dalam pasaran, seperti label atau cincin.
MELAKUKAN INSTALASI HOME THEATER
Cara membersihkan disc.

Menghindari Kesalahan Pada Home Theater :
-       Membeli televisi salah ukuran.
-       Ruang berjendela.
-       Membeli speaker  murah.
-       Tingkat  speaker  tak  seimbang.
-       Tidak membaca petunjuk pemakaian.
-       Tidak menggunakan  layanan  jasa TV   besar atau mahal.
-       Kotoran kabel.
-       Menggunakan kabel murah.
-       Pada pemasangan tidak mengambil tenaga profesional.